Sejumlah politisi dan anggota parlemen Partai Republik mengatakan bahwa presiden salah bicara, tetapi juga mendesak Trump untuk mengutuk kelompok-kelompok supremasi kulit putih secara terbuka.
Namun, meski berulang kali diminta oleh wartawan Gedung Putih untuk melakukannya, Trump menolak untuk langsung mengecam supremasi kulit putih.
Hayden kemudian mendukung calon dari Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilihan mendatang, yang ia tekankan bahwa dirinya memilih untuk masa depan negara daripada untuk kandidat tertentu.
"Saya sangat tidak setuju dengan beberapa kebijakan Biden, tapi itu tidak penting. Yang penting adalah Amerika Serikat, dan saya mendukung Joe Biden," katanya.
"Biden orang baik. Donald Trump bukan," ujarnya.
Iklan kampanye baru tersebut akan ditayangkan secara digital di swing state dan di jaringan televisi utama akhir pekan ini di Wisconsin dan Pennsylvania.
Newsweek menghubungi Gedung Putih untuk memberikan komentar, tetapi tidak mendapat tanggapan sebelum berita ini dipublikasikan.
Mantan direktur CIA juga merupakan anggota dari Mantan Pejabat Keamanan Nasional untuk Biden, sebuah kelompok yang beranggotakan lebih dari 50 orang Republik.
Pekan lalu, kelompok itu meluncurkan kampanye iklan negara bagian yang mendukung Biden, yang menampilkan 129 pejabat senior dari setiap pemerintahan Republik dari Ronald Reagan hingga Trump.