Ratusan Petugas Medis di Ogan Ilir Bantah Takut Tangani Pasien Corona, Sebut Bukan Mogok Kerja tapi Mengamankan Diri di Rumah: Hancur Hati Kami

109 tenaga medis harus kehilangan pekerjaan menjelang hari raya lebaran Freepik.com
109 tenaga medis harus kehilangan pekerjaan menjelang hari raya lebaran

Sosok.ID - Sebanyak 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan, telah dipecat dengan alasan enggan menangani pasien virus corona.

Pernyataan itu disampaikan oleh Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam, dan Jubir Covid-19 Sumatera Selatan, Yusri.

Melansir Kompas.com, Ilyas menuturkan bahwa segala tuntutan petugas medis terkait insentif, rumah singgah, hingga ribuan APD sudah tersedia.

Namun para tenaga medis justru mogok kerja saat datang pasien corona.

Baca Juga: 109 Tenaga Medis Dipecat karena Ogah Tangani Pasien Corona, Bupati Kecewa: Tuntutan Terpenuhi tapi Belum Kerja Sudah Bubar Jalan

"Insentif sudah ada. Minta sediakan rumah singgah, sudah ada 34 kamar, ada kasur, dan pakai AC semua. (Mereka) bilang APD (alat pelindung diri) minim, tapi ribuan APD ada di RSUD Ogan Ilir, silakan cek," ujar Ilyas.

"Apa yang mereka tuntut, semua sudah ada. Makser, sarung tangan, kaca mata, boot, semua ada. Apalagi?" katanya.

"Insentif juga sudah ada (padahal) mereka kerja saja belum kok. Baru datang pasien korona, (mereka) sudah bubar enggak masuk, gimana itu?" tambahnya.

Sementara Yusri menganggap pemecatan itu sebagai hal yang wajar, jika melihat sikap para petugas medis.

Baca Juga: Kepergok Mabuk-mabukan Saat PSBB, Wali Kota Ini Pura-pura Mati Karena Takut Kena Sanksi

Video Pilihan

POPULAR

TAG POPULAR