Meski Harus Mati di Tangan China, Taiwan Bertekad sampai Titik Darah Penghabisan: Kami akan Berperang Jika Kami Perlu Berperang!

Militer Taiwan bertekad mempertahankan diri sampai hari terakhir meski naywa mereka melayang di tangan China USNI News
Militer Taiwan bertekad mempertahankan diri sampai hari terakhir meski naywa mereka melayang di tangan China

 

Sosok.ID - Pihak berwenang Taiwan mengatakan 15 pesawat militer China, termasuk selusin jet tempur, melintasi zona pertahanan mereka.

Taipei memperingatkan Beijing bahwa mereka akan 'mempertahankan diri sampai hari terakhir' jika perlu.

Di sisi lain, dikutip Sosok.ID dari South China Morning Post, militer China mengonfirmasi bahwa mereka telah melacak kapal perang AS saat melintasi Selat Taiwan pada hari Rabu (7/4/2021), sebuah langkah yang digambarkan AS sebagai latihan kebebasan navigasi rutin.

Itu terjadi pada hari yang sama ketika pihak berwenang Taiwan mengatakan 15 pesawat militer China, termasuk selusin jet tempur, telah menyeberang ke zona pertahanan mereka, dan memperingatkan Beijing bahwa pulau itu akan "mempertahankan diri sampai hari terakhir" jika perlu.

Baca Juga: Menuju Kehancuran Taiwan, China Lakukan Gerakan Pengepungan Pembom Perang, Segudang Opsi PLA untuk Menang

"Langkah AS untuk mengirim kapal perang berlayar melalui Selat Taiwan dan mempublikasikannya di depan umum adalah trik lama untuk 'memanipulasi' situasi lintas-Selat," Kolonel Senior Zhang Chunhui, juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“China dengan tegas menentang itu," kata dia.

Sebuah pernyataan dari Armada Ketujuh militer AS mengatakan kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS John S. McCain transit melalui Selat Taiwan "menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka".

Baca Juga: Terus Menerus, Taiwan Frustasi Jet Tempur China Rutin Langgar Ruang Udaranya

Video Pilihan

PROMOTED CONTENT

KOMENTAR

POPULAR

TAG POPULAR

'Kami akan berperang jika kami perlu berperang,' kata Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu pada hari Rabu (7/4/2021)