Follow Us

Sebarkan Paham Covid-19 Tak Terlalu Berbahaya Hingga Nyinyiri Foto Jurnalis Nat Geo, Anji Manji Minta Maaf, Sebut Ada Kesalahpahaman

Rifka Amalia - Selasa, 21 Juli 2020 | 18:42
Meskipun sudah memberikan klarifikasi, Anji masih belum puas dengan penjelasan PFI.
Grid.ID - Instagram @joshirwandi

Meskipun sudah memberikan klarifikasi, Anji masih belum puas dengan penjelasan PFI.

Sosok.ID - Penyanyi sekaligus YouTuber Anji Manji, memberikan klarifikasi setelah mendapat ribuan kecaman dari masyarakat di sosial media.

Hal ini terkait dengan komentar Anji tentang hasil karya foto jurnalis Joshua Irwandi yang menampilkan gambar jenazah covid-19 terbungkus plastik.

Sebelumnya Anji menilai ada kejanggalan dari foto yang viral di jagat maya tersebut.

Ia juga sempat mempertanyakan kenapa fotografer diberi akses untuk masuk mengabadikan moment, sedangkan keluarga korban tidak diizinkan untuk menjenguk.

Baca Juga: Mendadak Ikut Kaum Jerinx SID, Anji Manji Siap Datangi RS Covid-19 Tanpa Masker, Sebut Corona Tak Berbahaya hingga Iri dengan Hak Istimewa Fotografer Nat Geo

Selain dibanjiri kritik dari netizen, opini Anji pun dikecam oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Melansir Kompas.com, Anji mengaku telah membangun komunikasi virtual dengan Sekjen FPI Hendra Eka via telepon.

Joshua sebagai fotografer National Geographic yang terlibat juga bergabung di pertemuan virtual tersebut pada Minggu (19/7/2020).

Hal ini dikatakan Anji melalui unggahan Instagram pribadinya.

Baca Juga: Corona Umpak-umpakan, RS Darurat Covid-19 Jakarta Malah Gelar Dangdutan Malam-malam, Netizen Geram: Ini Mau Saling Menularkan Virus atau Bagaimana?

"Saya tidak mendiskreditkan profesi pewarta foto maupun jurnalis. Secara karya foto, buat saya foto Joshua Irwandi adalah sebuah foto yang powerful," tulis Anji Manji, seperti dikutip Sosok.ID, Selasa (21/7/2020).

Anji menegaskan bahwa postingan yang viral itu merupakan opini pribadinya.

Ia menilai terdapat sudut pandang penyebaran informasi yang janggal.

Anji juga membantah bahwa dia mengkritik hak istimewa yang didapatkan fotografer jurnalistik Joshua Irwandi.

Baca Juga: Akhir Pandemi Virus Corona Semakin di Depan Mata, Vaksin Covid-19 Buatan China Sudah Sampai di Indonesia, Kapan Bisa Digunakan?

"Yang saya bahas dengan KOL (Key Opinion Leader) adalah pola penyebaran informasi, bukan tujuan Joshua mengambil foto itu," tegas Anji Manji.

Menurut Anji, ia mempertanyakan foto tersebut terkait dengan kode etik dunia kesehatan yang menyatakan keluarga pasien tidak boleh masuk ke ruang isolasi Covid-19.

Anji mengatakan dirinya tidak mempertanyakan soal Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

"Kesalahan saya dalam hal ini adalah tidak menyertakan kalimat tambahan untuk memperjelas poin yang saya tuju," ujar Anji Manji.

Baca Juga: Tiap Malam Niat Panjat Tembok Rumah Sakit, Usaha Pria Ini Temani Ibunya yang Positif Covid-19 Berakhir Menyedihkan, Sang Ibu Meninggal Dunia, Begini Kisahnya!

Meskipun begitu, cibiran dan hujatan telah masuk ke akun Anji.

Sebab ia menyebut Covid-19 tidak terlalu berbahaya, dan bahkan menyanggupi tantangan untuk masuk ke RS Darurat Covid-19 tanpa menggunakan masker.

Fotografer National Geographic Joshua Irwandi memotret jenazah pasien Covid-19 yang terbungkus plastik dan terbaring di atas ranjang di salah satu rumah sakit.
Instagram Joshua Irwandi

Fotografer National Geographic Joshua Irwandi memotret jenazah pasien Covid-19 yang terbungkus plastik dan terbaring di atas ranjang di salah satu rumah sakit.

"Untuk kesalahpahaman ini saya meminta maaf kepada PFI dan pastinya kepada Joshua Irwandi," kata Anji Manji.

Adapun saat ini, postingan Instagram Anji telah dihapus.

Baca Juga: Siap Mati Temui Pasien Covid-19 Tanpa APD, Ladeni Jerinx SID Dianggap dr. Indra Yovi Cuma Buang Energi, Suami Nora Alexandra Umpati Dokter Corona

"Untuk postingan terkait opini, biasanya saya tidak pernah menghapusnya, namun untuk menghormati Joshua dan PFI, saya akan menghapusnya setelah postingan ini," ujar Anji Manji.

Kendati demikian ia masih mempertanyakan alasan keluarga tak boleh masuk di ruang isolasi, sementara pewarta foto diizinkan.

"Karena saya belum menemukan jawaban yang memuaskan dari sisi kode etik medis terhadap pasien Covid-19 dan keluarganya," tegas Anji.

Diberitakan sebelumnya, Anji Manji mendadak tidak percaya dengan bahaya virus corona.

Baca Juga: Bikin Heboh, Jerinx SID Ingin Bertemu Pasien Positif Covid-19 Tanpa APD Untuk Buktikan Ada Tidaknya Virus Corona, Bahkan Sampai Tantang Jubir Gugus Tugas Covid-19 Riau

Ia yakin bahwa corona tidak seberbahaya apa yang digaungkan media dan orang-orang di luaran sana.

"Tiba-tiba secara berbarengan foto ini diunggah oleh banyak akun-akun ber-follower besar, dengan caption seragam," tulis Anji di postingannya yang kini sudah terhapus, dikutip dari Wartakotalive.com.

"Sebagai orang yang familiar dengan dunia digital, buat saya ini sangat tertata. Seperti ada KOL (Key Opinion Leader) lalu banyak akun berpengaruh menyebarkannya. Polanya mirip. Anak Agency atau influencer/buzzer pasti mengerti," tulisnya.

"Dalam kasus kematian (yang katanya) korban cvd, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang Fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh," imbuhnya

Baca Juga: Bukan Polisi Atau Tentara, di Negara Gangster yang Urus Penanganan Covid-19 Sampai Nekat Bunuh Orang yang Langgar Aturan Lockdown, Begini Kronologinya!

"Saya percaya cvd itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu.Yang mengerikan adalah hancurnya hajat hidup masyarakat kecil. EDIT : saya menulis cvd karena malas menulis covid," tandasnya.

Musisi Anji mengomentari potret jenazah pasien Covid-19 karya Joshua Irwandi yang dianggapnya aneh dan ganjil. Unggahan ini disukai Jerinx SID.
Instagram Anji Manji

Musisi Anji mengomentari potret jenazah pasien Covid-19 karya Joshua Irwandi yang dianggapnya aneh dan ganjil. Unggahan ini disukai Jerinx SID.

Anji juga menyuarakan opininya di sosial media Twitter, dimana salah seorang netizen kemudian menantang Anji untuk datang ke RS rujukan covid untuk berinteraksi dengan pasien corona, namun tanpa menggunakan masker.

Tantangan itu disanggupi Anji. Sayangnya ia meminta syarat untuk dapat membuat dokumentasi di rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Nama-nama Beken Seperti Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Tak Masuk Daftar, Presiden Jokowi Puji 5 Gubernur Berkinerja Baik Atasi Covid-19, Siapa Saja?

Munculnya syarat kemudian disoroti oleh netizen, banyak yang mengatakan Anji tak paham dengan hak istimewa fotografer jurnalistik.

Banyak pula yang menyayangkan statement Anji sebagai publik figur, yang menyebut Covid-19 bukan penyakit berbahaya.

"Saya mau kok Mbak ke Wisma Atlet dan melakukan apa yang Mbak bilang. Syaratnya, saya diizinkan membuat dokumentasi terperinci di sana," balas Anji

"Jika Mbak punya kenalan dan bisa, kabari saya. Via DM, takutnya tidak terbaca. Karena saya agak jarang di Twitter. Terima kasih," tutupnya. (*)

Source : Kompas.com, Warta Kota

Editor : Sosok

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest