Melansir Tribun Ternate, kejadian seperti ini pernah terjadi saat HUT RI di tahun 2011 silam.
Mirisnya lagi, saat itu para anggota Paskibra selalu dibebankan untuk mencari seragam sendiri.
Terkait kejadian ini, Camat Amalatu, Adaweya Wakano pun angkat bicara.
Saat ditemui awak media, Adaweya Wakano memang mengakui saat itu para anggota paskibra menjalankan tugas mereka dengan mengenakan seragam sekolah.
Adaweya Wakano mengaku kejadian ini terjadi lantaran pihak kecamatan tak memiliki anggaran untuk pengadaan seragam bagi anggota paskibra.
Selama ini, anggaran Paskibra didapat melalui sumbangan sekolah dan para guru serta pemerintah desa.
“Saya sudah sampaikan ke kepala sekolah bahwa selama ini kita tidak punya anggaran soal ini, jadi saya bilang mereka (Paskibra) cari pakaian nanti saya tanggung apa yang kurang seperti garuda, sarung tangan, dan perlengkapan lain. Itu saya siapkan,” ujarnya.
Namun karena waktu yang sudah mepet, akhirnya ia mengusulkan untuk menyewa seragam paskibra dengan bantuan para guru-guru di sekolah setempat.
Adaweya Wakano mengatakan ketika ia dan para nggota paskibra sudah sepakat, guru-guru justru menolak dan mengira bila pihaknya mendapatkan anggaran dari Kabupaten.
Kenyataan yang terjadi rupanya tidak seperti itu, info anggaran dari Kabupaten ternyata masih berupa wacana semata.