Sosok.ID - China telah meningkatkan anggaran pertahanan 2021 sebesar 6,8 persen menjadi 1,35 triliun yuan ($ 209 miliar) dalam kecepatan yang lebih cepat daripada pertumbuhan tahun lalu.
Kenaikan anggaran itu dirilis dalam draf laporan anggaran yang dikeluarkan pada pembukaan sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC), badan legislatif tertinggi negara, pada hari Jumat (5/3/2021).
Melansir Global Times, kenaikan ini sedikit lebih tinggi dari kenaikan 6,6 persen pada tahun 2020 ketika negara dan seluruh dunia masih berjuang untuk melawan pandemi Covid-19 yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Anggaran pertahanan China untuk tahun 2020 adalah 1,27 triliun yuan ($ 179 miliar), naik 6,6 persen dari 2019. China telah mempertahankan pertumbuhan satu digit dalam anggaran pertahanan tahunannya sejak 2016.
Tingkat pertumbuhan anggaran pertahanan yang meningkat pada tahun 2021 adalah normal, stabil, dan terkendali, mengingat kebutuhan China yang sah untuk mengembangkan kapasitas pertahanan nasionalnya, pemulihan ekonomi setelah virus korona dikendalikan di tingkat domestik, dan ancaman militer yang dihadapi China, kata para analis.
Song Zhongping, seorang ahli militer China dan komentator TV, mengatakan kepada Global Times pada hari Jumat bahwa tingkat pertumbuhan yang sedikit meningkat adalah moderat dan masuk akal, dan angka 6,8 persen juga sejalan dengan pertumbuhan PDB negara itu.
Ini adalah kebutuhan obyektif bagi China untuk lebih meningkatkan anggaran pertahanannya.
Baca Juga: Diluar Dugaan, Menurut Itung-itungan Militer China Bisa Habisi Amerika
Dari perspektif modernisasi militer, seorang ahli militer yang berbasis di Beijing mengatakan bahwa China masih menggunakan banyak persenjataan dan peralatan usang yang perlu diganti dengan yang baru.
China juga perlu melakukan pengembangan persenjataan canggih, seperti pembangunan kapal induk baru dan produksi massal J-20, jet tempur siluman, juga membutuhkan investasi.
Anggaran itu dinilai tak seberapa sebab pelatihan tempur intensif untuk mengintegrasikan senjata, peralatan, dan persiapan menghadapi potensi ancaman militer juga membutuhkan pengeluaran.