Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

Injak Usia 14 Tahun Dijual Orang Tua ke Rumah Bordil, Wanita Ini Potong Kemaluan Pacarnya dengan Alasan Cinta dan Menggunakanya untuk Berhubungan Badan Sebelum Bunuh Diri

Tata Lugas Nastiti - Jumat, 31 Januari 2020 | 10:45
Injak Usia 14 Tahun Dijual Orang Tua ke Rumah Bordil, Wanita Ini Potong Kemaluan Pacarnya dengan Alasan Cinta dan Menggunakanya untuk Berhubungan Badan Sebelum Bunuh Diri
Kolase dokumentasi arsip gambar via Intisari Online

Injak Usia 14 Tahun Dijual Orang Tua ke Rumah Bordil, Wanita Ini Potong Kemaluan Pacarnya dengan Alasan Cinta dan Menggunakanya untuk Berhubungan Badan Sebelum Bunuh Diri

Sosok.ID - Sekitar 100 tahun yang lalu, terdapat kisah mengerikan tentang seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan pacarnya yang menjadi sensasi di tengah publik.

Bagaimana tidak, terlanjur cinta dengan pacarnya, seorangPekerja Seks Komersial (PSK) potong kemaluan pelanggannya sendiri dan menyimpannya bak barang souvenir.

Bahkan di lokasi tempat ia meninggalkan pacarnya mati perlahan,Pekerja Seks Komersial (PSK) ini juga meninggalkan surat wasiat yang menunjukkan bukti cintanya dengan darah.

Adalah Sada Abe seorang Geisha yang terkenal karena kasus pembunuhannya yang ditulis dengan darah.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Mencla-mencle, Kemana Perginya 200 Pohon Monas Korban Kebijakan Gubernur Anies Baswedan?

Kisahnya telah menjadi sensasi nasional di Jepang selama hampir 100 tahun lalu.

Menurut Daily Mirror pada Minggu (8/12/2019), Sada Abe menjadi wanita simpanan dari pemilik restoran bernama Kichizo Ishida seorang pria yang sudah beristri.

Dia justru jatuh cinta dengan sangat mendalam padanya, hal itu yang mendorongnya melakukan pembunuhan.

Pasangan itu seringkali bertemu, berhubungan intim dan menghabiskan waktu bersama.

Baca Juga: Semakin Menyebar Luas Hingga ke 19 Negara di Dunia, Seorang Pria Dikabarkan Terkena Virus Corona Padahal Tak Pernah ke China, Ternyata Ini Penyebabnya!

Tapi pada suatu pagi, Abe dengan sengaja mencekik Ishida di kamar hotel, lalu memotong buah zakarnya dan meninggalkannya.

Dia juga menulis pesan di kaki kekasihnya dengan darah bertuliskan, "Sada, Kichi selalu bersama."

Source : Intisari Online

Editor : Sosok





PROMOTED CONTENT

slide 5 to 7 of 7

Latest

x