Sosok.ID - Sabtu (2/11/19) Seorang pemuda berinisial FP (25) diamankan oleh jajaran Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota.
FP diamankan diamankan di salah satu kontrakan di wilaya Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dari hasil pemeriksaan diketahui, pemuda tersebut adalah pelaku yang tindak kejahatan pada seorang pengemudi taksi online.
Dilansir dari Kompas.com, FP sudah kecanduan game hingga tega lakukan tindakan di luar nalar pada seorang pengemudi taksi online.
Kepada polisi, pemuda berusia 25 tahun tersebut mengaku butuh biaya Rp 180 ribu untuk memperbaiki laptopnya yang rusak.
Bagi FP, Komputer jinjingnya tersebut merupakan alat untuk mendapatkan uang dari bermain game online.
"Game online ini satu-satunya sumber pendapatan dia (pelaku). Karena laptopnya rusak, pelaku tidak bisa main game online. Sumber keuangan dia itu tidak ada lagi," ungkap Kepala Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota Ajun Komisaris Niko Adiputra, saat ditemui di Mapolresta Bogor, Senin (4/11/2019), dikutip dari Kompas.com.
Oleh sebab itu, FP mencari cara untuk mendapatkan uang secepatnya demi memperbaiki laptopnya tersebut.
Iapun kemudian memesan taksi online dengan menggunakan akun milik orang lain.
Hal tersebut sudah direncanakan agar identitasnya tak terlacak saat akan melancarkan aksinya.
Ia pun diantar oleh AH (31), seorang pengemudi taksi onlien yang telah ia pesan dengan akun orang lain.
FP bermaksud lakukan perjalanan dari kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR) dengan tujuan Tajur, Bogor Timur.
Sampai di lokasi kejadian, pelaku sengaja memberikan uang pecahan Rp 100 ribu dengan maksud agar korban mengeluarkan uang kembalian dari dalam dompetnya.
Hal itu dimaksudkan agar FP mengetahui jumlah uang yang ada di dompet pengemudi taksi tersebut.
Tak diduga, sesaat setelah melihat isi dompet sopir taksi tersebut, FP nekat menghunuskan cutter yang telah ia siapkan sebelumnya.
Cutter tersebut tepat mengenai bagian tubuh AH, namun korban sempat melakukan perlawanan dengan berteriak dan membunyikan klakson.
"Pelaku ini sudah merencanakan semuanya. Dia juga sudah menyiapkan cutter sebelum pesan taksi online," kata Niko, dikutip dari Kompas.com.
Kondisi itu membuat pelaku panik. Pelaku pun melarikan diri tanpa berhasil mengambil harta milik korban dan meninggalkan korban di dalam mobil dengan cucuran darah.
"Pada saat itu pelaku menusuk korban dengan cutter. Dompet korban jatuh ke depan. Korban berteriak dan membunyikkan klakson. Tersangka langsung melarikan diri, tanpa bawa dompet. Korban dan pelaku enggak saling kenal," imbuh dia, dikutip dari Kompas.com.
Atas perbuatannya tersebut pemuda yang kecanduan game online itu terancam hukuman penjara seumur hidup.
Sebelumnya, Kepolisian Resor Bogor Kota mendapatkan laporan temuan jasad seorang pengendara taksi online berinisial AH (31) di lokasi parkir Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Unit Harjasari, Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (31/10/19) lalu.
Saat ditemukan, kondisi korban bersimbah darah dengan luka di bagian leher.
Polisi pun langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban.
Beberapa barang bukti yang diamankan polisi di lokasi kejadian, yakni dompet milik korban, tanda pengenal, uang tunai Rp 200.000, dua buah handphone, dan senjata tajam jenis cutter yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban. (*)