Follow Us

Rangkaian Peristiwa Rengasdengklok Sampai Proklamasi Saat Puasa, Sahur Dihujani Makanan dari Satsuki Mishina

Dok Grid - Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:28
Foto Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Cikini, Jakarta. Makna proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
Kompas.com

Foto Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Cikini, Jakarta. Makna proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Sosok.ID - Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tak bisa lepas dari desakan golongan muda dalam peristiwa Rengasdengklok.

Baik golongan tua maupun golongan muda, mereka berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus segera diproklamasikan.

Hanya saja terjadi perbedaan pendapat mengenai cara melaksanakan Proklamasi tersebut.

Adanya perbedaan antara golongan muda dan golongan tua menyebabkan terjadinya peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB.

Melansir Kompas.com, dalam buku Sejarah Nasional Indonesia VI (1984) oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan temannya, peristiwa Rengasdengklok berawal dari golongan pemuda membawa Ir Sukarno dan Mohammad Hatta ke luar kota.

Keputusan tersebut diadakan oleh para pemuda menjelang tanggal 16 Agustus 1945 di Asrama Baperpi, Cikini, Jakarta.

Nah, perlu Anda ketahui bahwa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 berada di tengah suasana bulan puasa.

Bahkan, menjelang pembacaan teks proklamasi keesokan harinya, para perumus teks proklamasi, termasuk Wakil Presiden Pertama Indonesia Mohammad Hatta, harus sahur dengan roti, telur, dan ikan sarden.

Saat itu, Hatta sahur di rumah Admiral Maeda usai rapat persiapan kemerdekaan yang rampung pada pukul 03.00.

Rapat yang telah dirembuk semalaman itu akhirnya rampung pada hari ke-9 Ramadhan tahun 1364 Hijriah.

Teks proklamasi pun selesai dibuat dan segera diketik oleh Sayuti Melik di waktu sahur tersebut.

Editor : Sosok

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest