Bukan RA Kartini, Gayatri Rajapatni Ternyata Wanita Pertama yang Punya Gagasan Satukan Nusantara, Gajah Mada Jadi Bukti Kehebatannya!

Bukan RA Kartini, Gayatri Rajapatni Ternyata Wanita Pertama yang Punya Gagasan Satukan Nusantara, Gajah Mada Jadi Bukti Kehebatannya! Kolase Wikipedia - talesoftimesforgotten.com
Bukan RA Kartini, Gayatri Rajapatni Ternyata Wanita Pertama yang Punya Gagasan Satukan Nusantara, Gajah Mada Jadi Bukti Kehebatannya!

Sosok.ID - Gayatri atau Rajapatni adalah nama salah satu istri Raden Wijaya raja pertama Majapahit (1293-1309) yang menurunkan raja-raja selanjutnya.

Senin (2/4/2012), diskusi tentang sosok ibu suri kerajaan Majapahit, Gayatri Rajapatni, yang menghadirkan sejarawan dan diplomat University of British Columbia, Kanada, Prof Paul Drake di kampus Universitas Negeri Malang (UM),, memunculkan tafsir terbaru.

Tafsir terbaru itu adalah bahwa patung indah Prajna Paramita asal Singosari, Malang, sebenarnya bukan perwujudan Ken Dedes seperti selama ini dipahami.

Patung itu jika ditilik gaya artistiknya bisa dibuktikan berasal dari gaya era Majapahit (Majapahit style), dan diyakini sebagai perwujudan Gayatri Rajapatni.

Baca Juga: Bukan Sosok Sembarangan, Indro Warkop Ternyata Anak Dari Salah Satu Pendiri Badan Intelijen Indonesia, Nama Ayahnya Tercatat di Banyak Buku Sejarah!

Paul Drake yang mengantarkan bukunya Gayatri Rajapatni, Perempuan di Balik Kejayaan Majpahit (Penerbit Ombak, Yogyakarta, 2012) yang disunting sejarawan Universitas Indonesia Manneke Budiman, bahkan menyejajarkan Gayatri sekaliber dengan Cleopatra.

Gayatri seorang perempuan yang menjadi pemikir dan dalang sejumlah peristiwa, termasuk perekrutan Mahapatih Gajah Mada, bahkan patut diduga ada di balik pembunuhan raja sah Majapahit Jayanegara (1309-1322).

 

Patut diyakini Gayatri adalah think tank di balik masa paling cemerlang dalam sejarah Nusantara, yakni Majapahit era Tribhuwana Tunggadewi dan Hayam Wuruk yang dibantu Gajah Mada.

Earl Drake melakukan riset sejarah Majapahit menurutnya secara sambil lalu selama sekitar 20 tahun, seraya menjalani tugasnya di Asia sebagai diplomat saat bertugas di Kuala Lumpur dan Jakarta, terutama saat menjadi Duta Besar Kanada di Indonesia.

Baca Juga: Kisah Sosok Pendiri Masjid Istiqlal, Demi Bisa Bangun Bangunan Monumental Sampai Niat Pelajari Wudu dan Shalat, Begini Ceritanya!

Video Pilihan

PROMOTED CONTENT

KOMENTAR

POPULAR

TAG POPULAR