Sosok.ID - Seorang vlogger meninggal dunia usai dibakar hidup-hidup oleh mantan suaminya saat sedang siaran langsung di media sosial.
Dilansir Sosok.ID dari The Sun, insiden itu menimpa seorang bintang media sosial asal China yang diidentifkasi sebagai Ram.
Ia sempat mengalami mengalami koma akibat insiden penyerangan pada 14 September 2020 lalu.
Tapi ia meninggal dunia, 16 hari setelah insiden penyerangan itu.
Serangan itu sendiri terjadi saat Ram tengah melakukan siaran langsung.
Tapi tiba-tiba seseorang menyusup ke dalam rumah Ram lalu menyiram bensin kepadanya dan membakarnya.
Motif di balik penyerangan yang menyebabkan luka bakar 90 persen di tubuh Ram masih belum jelas.
Namun, beberapa laporan menunjukkan bahwa mantan suami Ram balas dendam kepadanya karena tak terima diceraikan.
Tersangka yang disebut media lokal sebagai Tang dilaporkan bersenjatakan pisau daging saat diduga menyusup ke rumah Ram.
Selama menikah, pasangan itu dikaruniai dua anak laki-laki.
Ram sendiri selama ini dikenal sebagai seorang vlogger yang mengunggah konten-konten video berisi kehidupannya di desa yang terletak di pengunungan di Maiska, provinsi Sichuan.
Dalam video terakhirnya yang mengerikan, memperlihatkan saat ia tengah melakukan lip-sync lagu tradisional Tibet untuk berterima kasih kepada penggemarnya.
Menurut Beijing Youth Daily, kala itu, layar siaran langsung yang dilakukan Ram tiba-tiba saja menjadi hitam.
Kemudian disusul dengan adanya suara teriakan yang didengar oleh para pengikut Ram di media sosial.
Keluarga mengatakan bahwa Ram kembali ke rumahnya di pedesaan untuk merawat ayahnya yang sakit pada tahun 2018.
Sebelum pulang, Ram telah bersembunyi dari suaminya yang kejam di kota Chengdu.
Sepupu Ram, Luo Luo mengatakan kepada Red Star News: "Pria itu melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Ram.
"Saat mereka memiliki anak pertama, kami membujuk Ram untuk menceraikannya.
"Belakangan, dia mengancam akan membunuh anak dan keluarga Ram.
"Saya menyuruh Ram untuk bersembunyi di Chengdu, tapi ayahnya sudah terlalu tua dan dia kembali demi anak-anaknya."
Setelah serangan mengerikan itu, tersangka dilaporkan telah ditahan oleh polisi.
Saat ini penyelidikan terhadap kasus ini masih berlangsung.
Setelah siaran terakhir, kakak perempuan Ram, Zhuo Ma mengunggah insiden penyerangan itu di internet.
Dia memohon dukungan finansial yang kemudian ditanggapi oleh pengikut Ram yang berhasil mengumpulkan sekitar Rp 2,1 miliar rupiah.
Zhuo Ma mengatakan kepada Red Star News bahwa Ram akhirnya menggerakkan matanya setelah dua minggu koma.
Namun, setelah mengalami syok hipovolemik, dehidrasi parah, sindrom disfungsi multi organ, dan luka bakar mengerikan di sekujur tubuhnya, Ram akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
Ram meninggal dunia pada 30 September 2020 di sebuah rumah sakit di Chengdu.
Ram sendiri telah memiliki hampir 800.000 pengikut di media sosial asal China, Douyin, aplikasi yang mirip TikTok.
(*)