Dihujat Seantero Negeri karena Lepaskan Timor Timur dari NKRI, BJ Habibie Punya 2 Alasan Cerdas Demi Selamatkan Bangsa Indonesia!

BJ Habibie, Kamis (21/5/1998) mengucapkan sumpah sebagai Presiden RI yang baru di Jakarta, disaksikan presiden sebelumnya, Soeharto
BJ Habibie, Kamis (21/5/1998) mengucapkan sumpah sebagai Presiden RI yang baru di Jakarta, disaksikan presiden sebelumnya, Soeharto

Sosok.ID - Pernah menjadi bagian dari Republik Indonesia, Timor Leste memutuskan untuk memisahkan diri sejak 21 silam.

Saat itu, Presiden BJ Habibie tengah menjabat sebagai Presiden Indonesia usai lengsernya Presiden Soeharto.

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul terkait lepasnya Timor Timor yang kini bernama Timor Leste dari Indonesia itu adalah, mengapa BJ Habibie melakukannya?

Pada 30 Agustus 1999, hampir 80 persen rakyat Timor Timur memilih berpisah dari Indonesia.

Baca Juga: Dulu Katai Indonesia Penjajah, Kini Dubes Timor Leste Butuh Bantuan Ekonomi hingga Rela Bungkukkan Badan di Hadapan Gubernur Termiskin Ketiga di Nusantara

Referendum yang didukung PBB itu mengakhiri konflik berdarah sekaligus mengakhiri kependudukan mereka sebagai Warga Negara Indonesia.

Memberikan jalan bagi rakyat Timor Leste untuk meraih kemerdekaan.

Dilansir dari AFP via Kompas.com, pendudukan Timor Leste memantik aksi penindakan memilukan selama 24 tahun yang menelan nyawa 250.000 orang baik karena perang, kelaparan, hingga penyakit.

Namun kegembiraan berubah menjadi duka setelah militer Indonesia dan milisinya menyerbu dengan menghancurkan infrastruktur mereka, serta memaksa ratusan ribu orang mengungsi, dan membunuh 1.400 orang.

Baca Juga: Merdeka 21 Tahun Lalu, Banyak Warganya Ingin Bersatu Lagi dengan Indonesia, Dana Bank Dunia Ungkap Alasannya: Salah Satu Negara Paling Miskin

Timor Leste, negara yang sebagian besar dari 1,3 juta penduduknya memeluk agama Katolik, baru diakui secara internasional tiga tahun setelah pemungutan suara.

Video Pilihan

POPULAR

TAG POPULAR