Follow Us

Klaim Sudah Penggal Lebih dari 100 Orang, Algojo ISIS Mengaku dapat Bayaran Segini untuk Setiap Kepala yang Sudah Terpenggal

Dwi Nur Mashitoh - Sabtu, 08 Februari 2020 | 12:45
Ilustrasi- ISIS melakukan eksekusi pemenggalan kepala.
Twitter

Ilustrasi- ISIS melakukan eksekusi pemenggalan kepala.

Sejauh ini, algojo Haddouchi telah dipenjara selama tiga tahun karena membantu aksi terorisme.

Haddouchi kemungkinan akan menghadapi dakwaan di Belgia, setelah para penyelidik mengkalim dia adalah bagian dari sel ISIS di Brussels yang merencanakan bom bunuh diri 2016 silam.

Baca Juga: Operasi Tempur TNI di Timor Timur, Buru Presiden 'Krebo Hutan' Fretilin Sosok Panutan dari Xanana Gusmao

Kisah Algojo Pemenggal Kepala dari Arab Saudi

Hampir sama dengan Algojo ISIS beginilah kesaksian lagi dari algojo pemenggal kepala dari Arab Saudi.

Gaji yang layak, jam kerja yang fleksibel, dan paket tunjangan terbaik. Itulah yang diterima oleh seorang eksekutor negara di Arab Saudi.

Seorang pria bernama Muhammad Saad Al-Beshi, seorang algojo bagikan kisahnya kepada The Guardian pada 2003 silam.

Baca Juga: Pantas Saja Minta Tolong, Rumah Sakit Negara Timor Leste Tak Mampu Tangani Pasien Penyakit Berat, Warganya Pilih Berobat ke Indonesia

Kisahnya berawal pada tahun 1998, ketika itu Al-Beshi mendapatkan pekerjaan pertamanya di Jeddah.

"Penjahat itu diikat dan ditutup matanya. Dengan satu pukulan pedang aku memutuskan kepalanya," begitulah Al-Beshi menceritakan pengalaman pertamanya.

"Tentu saja aku gugup, memang ada banyak orang yang menonton tetapi sekarang demam panggung hanyalah sesuatu dari masa lalu," sambungnya.

Dia mengatakan bahwa dia tenang di tempat kerjanya, dan melakukan pekerjaan Tuhan.

Source : Intisari Online

Editor : Sosok

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest