Ia mengaku tidak mengetahui kapan pastinya pelaku dibawa oleh tim Interpol dan Brimob Polda Sumut dan hanya mendengar dari warga lainnya.
Sebab, saat peristiwa penangkapan berlangsung Tengku sedang tidak berada di lokasi.
"Katanya memang ada orang ditangkap, cuma tadi saya lagi nggak di sini. Dengar cerita orang tadi sore. Rumahnya pun sudah tutup," ujarnya.
Baca Juga: Wuhan bak Kota Hantu, China Menangis Tragis Ratapi 'Akhir Dunia'
Menurut Tengku, buronan interpol itu jarang berkomunikasi dengan dirinya.
Setiap berpapasan, Warga Negara Pakistan itu hanya tersenyum.
"Kalau sama suaminya nggak kenal kali. Kalau lewat cuma senyum-senyum aja, paling menyapa.
Kalau istrinya, karena saya kalau lapar sering pesan mie, sering cerita sama saya, bahkan cerita baru keguguran.
Orang Gambir Baru (Kisaran) istrinya," ungkap Tengku.
Diakui Tengku, dalam beberapa hari terakhir ada sejumlah petugas kepolisian berpakaian preman yang singgah untuk sekadar duduk di tempat usahanya, seperti sedang memantau sesuatu.
Tapi Tengku tak mengetahui pasti incaran dari para petugas kepolisian itu, bahkan tak menyangka bahwa tersangka yang menjadi target penangkapan.