"Saya bertanya , 'Apakah putri saya baik-baik saja?' dan guru berkata, 'Dia ada di sini dan dia terlihat baik-baik saja,' dan kemudian saya berkata, 'Oke, berapa banyak yang dia minum'," kata Smith.
Pihak sekolah tidak bisa memberikan jawaban pasti.
Smith semakin khawatir lantaran anaknya saat itu sedang mengonsumsi obat.
"Putri saya minum obat dan yang jelas tidak ada anak yang boleh minum. Satu teguk saja sudah seperti terbakar," kata Smith.
Dia menjemput putrinya dari sekolah lebih awal.
Kemudian pada hari itu, kepala sekolah mengirimkan surat yang ditujukan kepada orang tua murid Taman Kanak-kanak terebut, mengatakan sebagian, "tindakan disipliner akan diambil sesuai dengan kode etik siswa."
Taman Kanak-kanak tersebut juga ditutup pada hari Jumat.
"Ini sangat memilukan. Saya merasa tahun pertamanya di taman kanak-kanak sudah dipersingkat karena COVID dan situasi seperti ini memperburuknya," kata Smith.
Pihak sekolah mengatakan mereka telah mengatasi situasi tersebut, tetapi tidak dapat membagikan detailnya karena undang-undang privasi siswa.
(*)