Sementara itu, di pekerjaannya sebagai tour leader, ia bertemu dengan jodohnya, yaitu Shandy Purnamasari.
Awalnya mereka masih menjalani kehidupan yang sederhana setelah berumah tangga dari usaha cuci motor.
Bahkan diakui oleh Gilang dan Shandy, mereka sempat harus bertahan dengan bujet lauk makan Rp 15.000 per hari.
Gilang pun tak kehabisan akal dan terus belajar sambil membangun relasi hingga akhirnya berani mulai membuka peluang bisnis lain.
Ia melihat permintaan keset di daerahnya cukup tinggi dan mencoba memenuhi kebutuhan keset di sana.
Tak hanya itu, Gilang Widya Pramana pun pernah menjadi karyawan bank swasta selepas lulus kuliah. Di sisi lain, bisnis cuci motornya semakin berkembang.
Bahkan, sampai ada investor yang tertarik mendanainya.
Karena investor inilah, Gilang akhirnya bisa membuka banyak cabang di kota-kota lain se-Jawa Timur.
Barulah kemudian mereka memulai bisnis skincare bersama dengan Maharani Kemala dan suaminya. (*)