"Salah satu yang saya dengar itu enggak usah ada upacara doa, tahlil 40 hari kalau enggak salah, terus kemudian soal dia diminta untuk dimakamkan sacara perempuan," sambung Gus Miftah.
Ustaz berusia 40 tahun tersebut lantas memaparkan penjelasan mengenai transgender dalam Islam.
“Jadi begini, kita lihat dulu status transgender dalam Islam."
"Jadi, ini memang sangat kontroversi ya, artinya persoalan transgender ini menjadi diskusi yang tidak pernah ada ending-nya, terus ada diskusi itu,” terang Gus Miftah.
Dalam salah satu surat di Al Qur'an, dipaparkan oleh Gus Miftah, salah satu ayat menjelaskan bahwa Tuhan hanya menciptakan dua jenis kelamin untuk manusia.
“Jadi yang pertama, dalam Surat Al Hujurat itu, Allah menciptakan kelamin itu cuma ada dua, jadi jenis laki-laki dan perempuan," paparnya.
"Kemudian dalam fiqh itu ada jenis kelamin yang ketiga namanya, Khunsa,” sambungnya.
Gus Miftah lebih lanjut menjelaskan arti dari Khunsa. "Khunsa itu adalah orang yang dalam tanda kutip berjenis kelamin dua, cewek atau cowok," katanya.
Orang yang mengubah jenis kelaminnya, ujar Gus Miftah maka membutuhkan analisa medis.