Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

Indonesia Patut Bangga, Meski Hanya Ada Segelintir Profesor Molekuler di Dunia, Salah Satunya Ada di Surabaya, Suplemen Herbalnya Sembuhkan 40 Pasien Covid-19 Sekaligus

Andreas Chris Febrianto Nugroho - Kamis, 02 Juli 2020 | 20:00
Indonesia Patut Bangga, Meski Hanya Ada Segelintir Profesor Molekuler di Dunia, Salah Satunya Ada di Surabaya, Suplemen Herbalnya Sembuhkan 40 Pasien Covid-19 Sekaligus
(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)

Indonesia Patut Bangga, Meski Hanya Ada Segelintir Profesor Molekuler di Dunia, Salah Satunya Ada di Surabaya, Suplemen Herbalnya Sembuhkan 40 Pasien Covid-19 Sekaligus

Dia menjelaskan, tingkat kesembuhan pasien corona yang menjalani perawatan di rumah sakit itu terbilang tinggi.

Ini karena dalam penanganan, pihaknya ikut memadukan pendekatan medis dan juga terapi herbal.

Menurut dia banyak pasien yang kini telah sembuh setelah menjalani terapi herbal di rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Amerika Serikat Siap Berikan Dukungan ke Indonesia dan ASEAN Menghadapi Militer China di Pasifik Selatan

“Selain medis, kita pendekatannya dengan terapi herbal. Suplementasinya itu suplementasi herbal juga,” ucap Satrio.

Suplemen dan terapi herbal yang digunakan di rumah sakit tersebut tidak sama dengan produk yang ditawarkan BNPB dan BIN dalam penanganaan pasien Covid-19.

Suplemen herbal yang digunakan didapat langsung dari seorang profesor yang ahli dalam bidang molekuler.

“Kita langganan dari Surabaya, kita dapat dari profesor ahli molekuler namanya Prof Sukardi. Beliau ahli molekuler dan itu hanya segelintir orang yang ada di dunia,” katanya.

Baca Juga: Jomblo Sampai Jamuran, Pria Ini Diam-diam Selipkan Iklan Jodoh dan Nomor Hape di Brosur Lelayu Mendiang sang Ayah

Terapi herbal dan suplemen yang diberikan pihak rumah sakit sangat membantu para paisen corona.

Bahkan pasien berusia 84 tahun dengan penyakit bawaan yang dirawat di rumah sakit tersebut dapat sembuh.

Baca Juga: Ijab Baru di Ujung Mulut Tetiba Ditodong Pistol, Pengantin Pria Ini Diculik Mantan di Hari Akad, Jadi Usaha Terakhir Usai Berkali-kali Ngemis Cinta Tak Dianggap

Source :Kompas.com

Editor : Sosok

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest

x