Follow Us

Kesal Tak Bisa Bebas Bermain dengan Temannya, Gadis 14 Tahun Nekat Gantung Bayinya yang Masih Berusia 1 Tahun : Saya Menangis Selama 2 Jam hingga Sampai pada Kesimpulan Saya Harus Mengakhiri Hidupnya

Dwi Nur Mashitoh - Sabtu, 28 Maret 2020 | 16:35
Gadis 14 tahun gantung bayinya yang masih berusia 1 tahun karena kesal tak bisa pergi main dengan teman-temannya.
Daily Mail

Gadis 14 tahun gantung bayinya yang masih berusia 1 tahun karena kesal tak bisa pergi main dengan teman-temannya.

Baca Juga: Banyak Anjing Bergumul di Depan Rumahnya, Pria di Takalar Kaget Temukan Potongan Tubuh Bayi Jadi Rebutan Hewan, Polisi Temukan Bagian Kepala Telah Terpisah dari Badan

Arisa menambahkan, ia melihat sendiri bagaimana tubuh darah dagingnya menggeliat selama beberapa menit hingga akhirnya meninggal dunia.

Ibunda Arisa, Penprapha Prakarapang (40) mengatakan bahwa putrinya itu selalu pergi selama beberapa hari.

"Putriku selalu pergi selama beberapa hari bersama teman-temannya dan meninggalkan putranya di rumah dengan kami.

"Alasan kami kesal kali ini adalah karena dia membawa sepeda motor suamiku selama tiga hari sehingga dia tidak bisa pergi bekerja.

Baca Juga: Alami Kejang Pasca Bangun Tidur Hingga Koma Selama 4 Hari, Gadis Ini Kaget Mendadak Terbangun dengan Bayi di Pelukannya, Padahal Tak Pernah Alami Tanda-tanda Kehamilan

"Saya mengerti dia ingin menjalani kehidupan normal layaknya remaja lainnya tetapi membunuh putranya karena alasan tersebut tidak bisa dimaafkan," ujarnya.

Pejabat kepolisian setempat, Chanchai Poolonkaew mengatakan kasus ini merupakan kejahatan serius dan Arisa harus dihukum.

"Gadis itu membunuh putranya sehingga dia harus dipenjara selama 15 hingga 20 tahun.

Proses hukum telah dimulai dan tak bisa dihentikan sekarang.

Baca Juga: Sibuk Buat Video Vlog, Raffi Ahmad Tak Sadar Hampir Ijak Bayi Kembar Syahnaz: Parah Banget!!!

Dia telah mengakui perbuatannya dan akan masuk penjara," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

(*)

Source : Daily Mail

Editor : Sosok

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest