Follow Us

Seorang Warganya Positif Corona, Wali Kota Tegal Langsung Terapkan Lockdown : Ini Pillihan Pahit Tapi Lebih Baik Saya Dibenci Warga daripada Maut Menjemput Mereka

Dwi Nur Mashitoh - Jumat, 27 Maret 2020 | 09:35
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan anggota Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 saat konferensi pers kasus positif Covid-19, di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020).
KOMPAS.com/Tresno Setiadi

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan anggota Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 saat konferensi pers kasus positif Covid-19, di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020).

Sosok.ID - Pemerintah Kota Tegal mengumumkan telah melakukan full local lockdown di wilayahnya.

Langkah ini diambil menyusul adanya kasus pertama warga positif corona yang dikonfirmasi pada Rabu (25/3/2020) lalu.

Dengan ditemukannya kasus tersebut, Kota Tegal, Jawa Tengah telah masuk dalam zona merah darurat corona.

Untuk itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memutuskan untuk menutup akses ke wilayahnya.

Baca Juga: PM Inggris Ngambek, Lockdown Negeri Ratu Elizabeth Gegara Ulah Warganya Abaikan Social Distancing

Melansir dari Kompas.com, beton moveable concrete barrier (MBC) akan digunakan untuk menutup akses masuk Kota Tegal mulai 30 Marret hingga 30 Juli 2020.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona di Kota Tegal.

Dalam konferensi pers yang digelar di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam, Dedy berharap warganya dapat memahami keputusannya.

"Masyarakat harus memahami. Ini pilihan pahit. Saya pribadi dilematis.

Baca Juga: Lantas Harus Bagaimana? WHO Nyatakan Lockdown Tak Berdaya Bendung Wabah Virus Corona

Bahkan jika saya disuruh memilih, lebih baik saya dibenci daripada maut menjemput mereka," ujar Dedy, seperti dikutip Sosok.ID dari Tribun Jateng.

Source : Kompas.com, Tribun Jateng

Editor : Sosok

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest