"Saya sampai mengatakan (akan bersujud) itu karena kami sudah imbau berkali-kali, tapi mereka tetap duduk.
Bahkan ada yang tertawa saat kami menyampaikan imbauan, seolah Covid-19 ini biasa saja," ucap AKBP Yani Permana.
Menurut dia, hampir seluruh warga yang nongkrong tersebut adalah pelajar.
Padahal mereka harusnya tetap tinggal di rumah dan mengisolasi diri.
Namun seolah menganggap virus Corona ini adalah bencana penyakit yang biasa terjadi, tidak banyak dari mereka yang peduli dengan apa yang tengah terjadi dan seberapa besar efek yang akan ditimbulkan dari sikap mereka.
(*)