Informasi dari Badan Intelejen AS Bocor, Terungkap Berbagai 'Kebohongan' yang Disembunyikan China Terkait Virus Corona

Minggu, 03 Mei 2020 | 15:15
Xinhua/Xiao Yijiu

Alasan China Tuduh Indonesia 'Ekspor' Virus Corona ke Negerinya Tak Masuk Akal, Padahal Warganya Sendiri yang Salah!

Sosok.ID - Sebuah laporan dari intelejen Amerika Serikat (AS) menguak fakta mengejutkan soal virus corona yang selama ini disembunyikan oleh China.

Melansir dari Metro.co.uk, laporan itu mengatakan bahwa China berbohong soal beberapa hal, salah satunya menolak untuk membantu mengembangkan vaksin Covid-19.

Informasi itu berasal dari dokumen setebal 15 halaman yang disusun oleh aliansi kemanan global 'Five Eyes' dari AS, Inggris, Australia, Selandia Baru dan Kanada.

Dalam dokumen itu, dikatakan bahwa pemerintah China meluncurkan 'serangan terhadap transparansi internasional' sebagai upaya untuk menutup-nutupi pandemi.

Baca Juga: Donald Trump Kecolongan, Intelejen AS Ternyata Telah Peringatkan Tetang Wabah dari China Sejak November 2019: Para Analis Menyimpulkan Itu Bisa Jadi Bencana Besar

Dokumen yang bocor ke surat kabar Saturday Telegraph Australia itu juga mengatakan telah ditemukan bukti bahwa Covid-19 bocor dari Institut Virologi Wuhan.

Sebelumnya, awal pekan ini Badan Intelejen AS telah mengonfirmasi bahwa Covid-19 bukanlah buatan manusia atau rekayasa genetika.

Namun, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan apakah virus corona itu sengaja dibocorkan dari laboratorium atau tidak.

Sementara itu, Dr. Shi Zhengli, ahli virologi China, mengakui adanya prosedur keselamatan yang buruk di laboratorium yang kini menjadi pusat perhatian itu.

Baca Juga: Siap Sambut Api Peperangan, AS Terbangkan Pesawat Pembom Nuklir di Laut Pasifik Selatan untuk Tantang China

China disebut-sebut telah mempermainkan wabah virus corona pada tahap awal sambil berupaya untuk menghancurkan semua bukti soal Covid-19, termasuk sampel laboratorium.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu juga dikabarkan telah menyensor postingan internet soal transmisi antar-manusia pada Desember tahun lalu.

Pejabat setempat dikabarkan telah mengkonfirmasi penyebaran virus corona antar-manusia ini.

Tetapi tidak melakukan konfirmasi secara resmi hingga 20 Januari 2020.

Baca Juga: Sosok Zhang Jixian, Dokter Pelapor Pertama Penemuan Covid-19 pada Pemerintah China, Ternyata Pasiennya Satu 1 Keluarga: Saya Cukup Yakin Pada Saat Itu

Pada 3 Januari 2020, Komisi Kesehatan Nasional China dikatakan telah memerintahkan untuk memusnahkan semua sampel Covid-19.

Pihaknya juga melarang adanya publikasi soal virus tersebut.

Pejabat pemerintah juga telah memberikan perintah untuk melakukan pembersihan di pasar seafood di Kota Wuhan yang diyakini sebagai tempat pertama penyebaran Covid-19 setelah bocor dari laboratorium virologi yang letaknya tak jauh.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menutupi bagaimana virus corona yang baru itu menyebar.

Baca Juga: China Ketakutan? Tersinggung Australia UsulkanInvestigasi Internasional Terkait Asal-usul Virus Corona, Tiongkok Ancam Bakal Boikot Negeri Kanguru

Presiden AS Donald Trump mengaku telah melihat kecerdikan China itu dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis.

Dokumen yang bocor itu juga menyebutkan bagaimana orang-orang meninggalkan Wuhan di antara rentang waktu ketika virus itu muncul sampai penetapan lockdown.

Dikatakan ada jutaan orang, termasuk pelancong, yang meninggalkan Wuhan setelah wabah itu muncul.

Pelancong yang berasal dari berbagai negara itu pergi sebelum Pemerintah Beijing melakukan lockdown pada 23 Januari 2020.

Baca Juga: Setelah AS Kini Rusia Serang Pemerintah China dan Sebut Virus Corona Sengaja Dibuat Oleh Manusia

Sementa di bulan Februari, China meminta AS, Italia, India, Australia, Asia Tenggara dan negara-negara lain untuk tak membatasi diri untuk melakukan perjalanan.

Padahal saat itu, China sendiri sedang melakukan pembatasan secara ketat di dalam negeri.

Sementara itu, China juga dicurigai tak melaporkan data sesungguhnya terkait jumlah pasien virus corona.

Mengingat populasinya yang memiliki penduduk berjumlah 1,4 miliar orang.

Baca Juga: Tolak Tim Penyelidik Internasional Untuk Ungkap Asal Virus Corona Sejak Mewabah di Wuhan, China Biarkan Covid-19 Menyebar Seluruh Dunia? Ini Penjelasannya!

Sementara jumlah kasus yang dilaporkan sekitar 88.000 dengan jumlah kematian sekitar 4.000.

Walaupun demikian, Pemerintah China sendiri selalu membantah tuduhan-tuduhan yang dilayangkan oleh dunia.

Mereka justru berspekulasi bahwa AS lah yang telah menanam virus tersebut di Wuhan.

(*)

Editor : Dwi Nur Mashitoh

Sumber : Metro.co.uk

Baca Lainnya