Semasa kuliah, ia dikenal sebagai sosok yang populer walaupun terkesan berantakan.
Ia bahkan terpilih sebagai Presiden Persatuan Mahasiswa Oxford di tahun 1986.
Mantan Jurnalis
Sebelum memutuskan untuk berkarir di dunia politik, Boris mengawalinya dengan menjadi seorang jurnalis.
Ia mengawali karir sebagai jurnalis di harian The Times.
Baca Juga: Kisah Budak Seks ISIS, Dijual di Pasar Ternak Hingga Tak Sengaja Makan Bayinya Sendiri
Tetapi ia dipecat setelah ketahuan merekayasa kutipan untuk tulisannya.
Kemudian ia pergi ke The Daily Telegraph dan berhasil meningkatkan karirnya.
Hingga akhirnya ia berhasil menjabat sebagai koresponden Uni Eropa di Brussels, Belgia pada 1989.
Berkat pegalaman selama 5 tahun di Brussels, ia menjadi pribadi kritis, terutama terhadap Uni Eropa.
Ia juga sering dihujat karena sering menuliskan fakta-fakta yang diragukan kebenarannya.
Selain itu, ia juga dinilai rasis, walaupun ia selalu menyangkal dengan membawa silsilah keluarganya yang berasal dari berbagai ras.