Sosok.ID - Pembunuhan terhadap Samiyo Basuki Riyanto (60) akhirnya terungkap.
Sebelumnya, mayat pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu ditemukan di tebing hutan pinus di jalan raya Banjaran-Pangalengan, Bandung, Jawa Barat pada 30 Maret 2020.
Nyawa sopir taksi online itu ternyata dihabisi oleh empat gadis yang merupakan penumpangnya sendiri.
Para pelaku tega membunuh korban diduga karena tak sanggup membayar ongkos taksi online.
Melansir dari Kompas.com, keempat pelaku adalah KSA alias Risma (19), KEZI alias Sella (20), AS alias Riska (21), dan IK (16).
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menjelaskan, kronologi bermula ketika tersangka IK dan Sella memesan taksi online dari Jakarta untuk tujuan Pangalengan, Bandung.
Kemudian IK memesan jasa korban secara offline.
Sebelum menuju Pangalengan, korban dan dua pelaku menjemput pelaku Riska di daerah Jonggol, Bogor.
Kemudian baru melanjutkan perjalanan ke Pangalengan lewat jalur Tol Cipularang dan keluar di Tol Gate Seroja.
Setibanya di Pangalengan korban dan ketiga pelaku kemudian menjemput pelaku Risma.
Namun, di tengah jalan korban menagih ongkos sebesar Rp 1,7 juta.
Tetapi keempat pelaku tak sanggup membayar ongkos tersebut.
"Karena tidak bisa membayar salah satu tersangka sepakat untuk menghabisi korban," ungkap Hendra dalam keterangannya, Selasa (28/4/2020), seperti dikutip Sosok.ID dari Kompas.com.
Nyawa korban kemudian dihabisi menggunakan kunci inggris yang ada di dalam mobil.
Melansir dari Tribun Jabar, menurut Hendra dua pelaku utama adalah Risma dan IK.
Risma bertugas untuk membekap dan mencekik korban, semetara IK memukul korban menggunakan kunci Inggris.
Baca Juga: Fakta Sopir Taksi Online Setubuhi 14 Wanita Penumpangnya, Korban Dihamili Lantas Ditinggal Pergi
"Korban dipukul kepalanya kemudian sedikit goyang, kemudian dipukul lagi sebanyak 8 kali kemudian akhirnya meninggal," kata Hendra, seperti dikutip Sosok.ID dari Tribun Jabar.
Setelah korban meninggal, lanjut Hendra, jasadnya dibuang yang dibantu oleh pelaku Riska.
Kemudian barang bukti diamankan oleh pelaku Sella.
Setelah itu, keempat pelaku membawa kabur mobil korban.
"Mereka (pelaku) tidak memiliki keahlian mengemudi, sehingga terjadi kecelakaan di Cikalong, Cimahi. Setelah itu kendaraan tersebut ditinggalkan begitu saja," ujarnya.
Ditangkap di rumah masing-masing
Hendra menjelaskan, pihaknya menerima informasi keberadaan mobil korban seminggu setelah mayatnya ditemukan.
Beruntung di lokasi tersebut ada kamera CCTV yang memudahkan polisi untuk mengidentifikasi siapa yang mengemudikan mobil itu.
"Dari sana kami bisa menemukan pelaku dan beberapa hari ini berhasil menangkap semua.
Pelaku utama saudari IK masih dibawah umur, jadi tak bisa ditampilkan," ujar Hendra, seperti dikutip Sosok.ID dari Tribun Jabar.
Melansir dari Kompas.com, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung, AKP Agtha Bhuwana Putra mengatakan para pelaku diamankan di kediaman masing-masing.
Keempatnya ditangkap dalam waktu yang berbeda-beda dari hari Jumat (24/4/2020) sampai Minggu (26/4/2020) pagi.
Pasangan sesama jenis
Melansir dari Tribun Jabar, keempat pelaku ternyata memiliki hubungan akrab.
"Setelah itu ditemukan bahwa memang ada hubungan spesial antara keempat wanita itu.
Mereka berkomunikasi dan bertemu melalui aplikasi Her yang ada di android," kata Agtha, seperti dikutip Sosok.ID dari Tribun Jabar.
Agtha menjelaskan, para tersangka awalnya bertemu melalui aplikasi Her.
Tetapi kemudian komunikasi berlanjut di luar aplikasi dan mereka sepakat untuk bertemu secara langsung.
"Empat orang ini merupakan dua pasang (lesbi) mereka saling mengenal sekitar 3-4 bulan," ungkap Agtha.
Ia menjelaskan bahwa aplikasi Her ternyata merupakan aplikasi chatting untuk kalangan lesbi atau LGBT.
Baca Juga: Ibu Kota Resmi Perluas Sistem Ganjil-Genap Hari Ini, Orkasi Desak Polisi Khususkan Taksi Online
Akibat perbuatannya ini, para pelaku dijerat Pasal 338 dan 340 tentang pembunuhan atau pembunuhan berencana.
Dengan demikian, para pelaku terancam hukuman penjara 20 tahun atau maksimal seumur hidup.
(*)