Surat Wasiat Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Ditemukan, Sampaikan Pesan ke Orangtua

Selasa, 30 Maret 2021 | 08:35
Tribun-Timur.com

Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, pelaku diduga naik motor.

Sosok.ID -Identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan telah berhasil diungkap.

Pelaku merupakan seorang pria berinisial L, dan seorang wanita bernama YSF.

Kedua pelaku diketahui merupakan suami istri.

Identitas L dan YSF terkuak dari identifikasi tim Inafis Polrestabes Makassar serta pengecekan DNA tim Labfor Polda Sulsel.

Baca Juga: Menutup Pintu Gerbang Pakai Badan, Inilah Sosok Penyelamat yang Hadang Pelaku Bom Bunuh Diri Agar Tak Masuk Halaman Gereja Katedral Makassar

Diberitakan sebelumnya, ledakan bom terjadi di dekat pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Bom meledak sekira pukul 10.30 WITA.

Beruntung, pelaku berhsil dihalangi, sehingga tidak ada korban jiwa.

Dari hasil penyelidikan pihak berwajib, salah satu pelaku bom bunuh diri diketahui menginggalkan surat wasiat.

Baca Juga: Tanggapan Keuskupan Agung Terkait Ledakan Bom di Pintu Gerbang Gereja Katedral Makassar

Pelaku L, sempat menuliskan surat wasiat untuk orangtuanya sebelum melakukan aksinya.

Dalam suratnya, L berpamitan kepada orangtuanya dan siap untuk mati.

"Saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat kepada orangtuanya yang isinya mengatakan yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati syahid," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mapolda Sulsel, Senin (29/3/2021) siang.

Listyo mengatakan, keduanya merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan aksi serupa di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan.

"Keduanya menikah enam bulan lalu dan dinikahkan oleh Rizaldi yang beberapa waktu lalu ditangkap di bulan Januari," ujarnya.

Baca Juga: Ada Umat Terbakar Saat Mencoba Hentikan Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Begini Kondisi Lokasi!

Rizaldi, sambung Listyo, merupakan bagian dari kelompok jaringan JAD Sulsel dan memiliki keterkaitan dengan pengeboman di Jolo Filipina 2018 lalu.

Masih dikatakan Listyo, L dan YSF ini sering mengikuti pengajian di perumahan Villa Mutiara Cluster Biru, Kecamatan Biringkanaya, Makasaar.

Keduanya berperan memberikan doktrin.

"Mereka ada dalam kelompok pengajian Villa Mutiara di mana masing-masing memiliki peran untuk memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana untuk jihad," ungkapnya.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tangan Jadi Petunjuk, Begini Kronologinya!

Selain itu, mereka juga berperan membeli bahan yang akan digunakan utnuk alat bom bunuh diri.

Terkait dengan maraknya terduga teroris yang diamankan pihaknya pasca-ledakan bom bunuh diri tersbut. Ia pun mengimbau warga agar tidak mudah terpancing dengan aksi terorisme.

"Hari ini ada kepala BNPT dan kami juga sudah berkoordinasi dengan kementerian agama, ormas agama dan kepemudaan untuk menekankan agar doktrin terkait terorisme tidak berkembang," jelasnya.

Baca Juga: Tabrakan Maut 2 Kereta, Gerbong Hancur dan Terguling, Penyelidikan Sebut Ulah Penumpang

Editor : Rina Wahyuhidayati

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya