Find Us On Social Media :

China Gempur Taiwan Tanpa Henti, Mimpi Buruk Terbesar Taiwan!

By Maymunah Nasution, Rabu, 7 Oktober 2020 | 09:35 WIB

Sistem Roket Berpeluncur Ganda (MLRS) Thunderbolt-2000 menembakkan amunisinya ketika laithan perang Han Kuang mensimulasikan invasi China di Taichung, Taiwan, pada 16 Juli 2020.

Sosok.ID - Militer Taiwan telah meluncurkan pesawat untuk mencegat pesawat China lebih dari dua kali lipat tahun lalu, kata kementerian pertahanan pulau itu yang menggambarkan Taiwan menghadapi tantangan keamanan yang parah dari tetangganya yang besar itu.

China, yang mengklaim Taiwan yang demokratis sebagai wilayahnya sendiri, telah meningkatkan aktivitas militernya di dekat pulau itu, menanggapi apa yang disebut Beijing sebagai "kolusi" antara Taipei dan Washington.

Dalam beberapa minggu terakhir, jet tempur China telah melintasi garis tengah Selat Taiwan, yang biasanya berfungsi sebagai penyangga resmi antara pulau dan daratan, dan telah terbang ke zona identifikasi pertahanan udara barat daya Taiwan.

Baca Juga: Dapat Julukan 'Lord Luhut', Rupanya Karir Luhut Binsar Pandjaitan Malang Melintang di TNI, Disebut Paling Berbakat di Kopassus Hingga Jadi Pemimpin Pasukan Elit TNI Paling Misterius di Indonesia

Dalam sebuah laporan ke parlemen, yang salinannya ditinjau oleh Reuters, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan sejauh tahun ini angkatan udara telah mengacak-acak 4.132 kali, naik 129% dibandingkan dengan tahun lalu, menurut perhitungan Reuters.

China "sedang mencoba menggunakan tindakan militer sepihak untuk mengubah status quo keamanan di Selat Taiwan, dan pada saat yang sama menguji tanggapan kami, meningkatkan tekanan pada pertahanan udara kami dan menyusutkan ruang kami untuk aktivitas," katanya.

Perkembangan pesat militer China telah disertai dengan tindakan militer yang "ditargetkan" terhadap Taiwan, tambah kementerian tersebut.

China sangat marah dengan meningkatnya dukungan AS untuk Taiwan, termasuk pejabat senior AS yang mengunjungi pulau itu, menambah ketegangan China-AS yang lebih luas.

Meskipun Taiwan tidak dapat bersaing secara numerik dengan angkatan bersenjata China, Presiden Tsai Ing-wen telah mengawasi program modernisasi militer, yang bertujuan untuk membuat angkatan bersenjata pulau itu lebih gesit dan Taiwan lebih sulit untuk diserang.

Halaman Selanjutnya