Intisari Tampil Baru di 2021 #KitaDigdaya untuk Indonesia Berdaya

Jurnalis dan Pejuang Literasi Majalah Intisari
Jurnalis dan Pejuang Literasi

Sosok.ID - Jas Merah! ungkapan Soekarno ini menjadi pengingat bagi manusia Indonesia agar tak lupa akan asal-usulnya.

Gampangannya jangan sampai manusia Indonesia lupa kacang akan kulit.

Karena sejarah itu untuk pembelajaran bagi generasi terkini dan yang akan datang.

"Kalau orang tak tahu sejarah bangsanya sendiri – tanah airnya sendiri – gampang jadi orang asing di antara bangsa sendiri," tulis Pramoedya Ananta Toer dalam novelnya Anak Semua Bangsa.

Kehadiran Intisari menjadi bagian untaian sejarah media di Indonesia.

Boleh dikata, majalah ini lahir ketika rezim pengekangan informasi pada 1960-an.

Pun, monumen bersejarah yang terkait dengan lahirnya majalah ini adalah Candi Prambanan.

Baca Juga: Buktikan Rumah Tangga Nagita Slavina-Raffi Ahmad Baik-baik, Ayu Ting Ting Merasa Tak Lakukan Kesalahan: Pikiran Mereka ke Saya Negatif Duluan

Dalam sebuah pertunjukan sendratari dalam bias sinar rembulan di pelataran candi itu, Jakob Oetama dan Petrus Kanisius Ojong membicarakan sebuah media baru di tengah kekangan informasi oleh negara.

Misi mereka sama, akses informasi yang mencerahkan warga.

Video Pilihan

PROMOTED CONTENT

KOMENTAR

POPULAR

TAG POPULAR