Bisa Merembet ke Mana-mana dan Timbulkan Perang Dunia, Armenia Ungkap Erdogan Ikut Campur Bantu Azerbaijan dengan Kirimkan Ahli Militer dan Jet Tempur

Bisa Merembet ke Mana-mana dan Timbulkan Perang Dunia, Armenia Ungkap Erdogan Ikut Campur Bantu Azerbaijan dengan Kirimkan Ahli Militer dan Jet Tempur Tangkapan layar Youtube Sky News
Bisa Merembet ke Mana-mana dan Timbulkan Perang Dunia, Armenia Ungkap Erdogan Ikut Campur Bantu Azerbaijan dengan Kirimkan Ahli Militer dan Jet Tempur

Sosok.ID - Benua Biru Eropa kini tengah memanas, selain pertempuran antara Rusia dengan Ukraina.

Kini perang antara Armenia melawan Azerbaijan berkecamuk hingga timbulkan kegaduhan.

Baru berjalan selama dua hari baku tembak antar kedua negara, puluhan korban telah dinyatakan menjadi korban.

Setidaknya di hari kedua ini total kematian yang ditimbulkan dari pertempuran dua negara tetangga ini berjumlah 39 orang.

Baca Juga: Tengah Terlibat Konflik Sengit hingga Tewaskan 39 Prajurit, Inilah Perbandingan Militer Armenia vs Azerbaijan, Siapa yang Lebih Kuat?

Di kawasan bernama Nagorny Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan kini tengah memanas dengan puluhan ledakan dan suara tembakan yang bersliweran.

Para pemimpin dunia pun sebenarnya telah mengecap perang yang terjadi di kawasan itu.

Pada hari Minggu (27/9/2020) setidaknya sejumlah pemimpin negara menyerukan agar perang antara Azerbaijan dengan pemberontak yang disokong Armenia ini untuk dihentikan.

Namun seruan tersebut tak diindahkan oleh kedua pihak yang bertikai.

Baca Juga: Rusia Akan Balas Serang NATO Gegara Mengancam Kedaulatan Negeri Beruang Merah

Pertempuran Armenia-Azerbaijan Tangkapan layar Youtube Sky News
Pertempuran Armenia-Azerbaijan

Konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini bermula saat wilayah Nagorny Karabakh direbut oleh separatis pada tahun 1990-an.

Namun pertempuran terakhir antar kedua belah pihak sempat terjadi pada tahun 2016 silam.

Mengutip dari AFP, Senin (28/9/2020) Kementerian pertahanan di Karabakh menyatakan setidaknya sebanyak 32 tentara mereka tewas di medan pertempuran.

Adapun tujuh korban lainnya merupakan warga sipil, di mana lima di antaranya adalah keluarga Azerbaijan, serta seorang perempuan.

Baca Juga: Turki Dituding Kirim 4 Ribu Milisi Bersenjata untuk Bantu Azerbaijan Perangi Armenia

"Militer berhasil merebut sejumlah posisi penting desa Talysh. Musuh dipukul mundur," jelas kementerian pertahanan Azerbaijan dikutip AFP.

Yang mengejutkan adalah saat Kementerian Luar Negari Armenia mengungkapkan bahwa negara lain ikut andil dalam pertempuran kali ini.

Kementerian Luar Negeri Armenia pada Senin (28/9/2020) kemarin mengungkapkan Turki ikut campur dalam peperangan.

Setidaknya pemerintahan Erdogan tersebut mengirimkan ahli militer, drone dan jet tempur untuk membantu memperkuat pasukan Azerbaijan.

Baca Juga: 66 Jet F-16 Bikin Angkatan Udara Taiwan 'Melarat', Pilotnya Ketakutan dengan Ancaman Perang China: Selalu Gelisah

Seorang pemantau perang dari Suriah bahkan mengatakan Erdogan telah mengirimkan sekitar 300 tentara bayaran dari Suriah Utara.

Pengiriman itu dimaksudkan untuk membantu pasukan Azerbaijan.

Hal itu diungkapnya dalam sebuah pemberitaan yang dikeluarkan oleh The National, Senin (28/9/2020).

Turki menjadi salah satu negara yang mendukung keras tentara Azerbaijan dalam perang melawan Armenia.

Baca Juga: Taiwan Sudah 'Dikepung' PLA! Intel untuk Perang Sesungguhnya Disiapkan, China: Mereka akan Hancur Berkeping-keping!

Turki mendesak Baku untuk terus bertempur sampai dapat merebut kembali wilayah Armenia yang memisahkan diri, meski pun ada seruan internasional untuk tenang.

Seorang petinggi Yerevan, Artak Bagdasaryan (36) mengatakan pertempuran itu terjadi lantaran kelompok mereka muak dengan tekanan yang dilakukan oleh pihak Azerbaijan.

“Kami lelah dengan ancaman Azerbaijan. kami akan berjuang sampai mati untuk menyelesaikan masalah ini untuk selamanya," kata Bagdasaryan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan mengungkapkan, bahkan pertempuran ini akan jadi salah satu pertempuran paling berdarah di pegunungan Kaukasus.

Baca Juga: Belum Juga Perang, Anggaran Pertahanan Taiwan Bokek Gegara Cegat Jet Tempur China

Pertarungan antara Azerbaijan Muslim Syiah dan Armenia yang mayoritas Kristen mengancam akan melibatkan pemain regional Rusia dan Turki, dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyerukan kekuatan global untuk mencegah keterlibatan Ankara.

"Kami berada di ambang perang skala penuh di Kaukasus Selatan," kata Pashinyan.

Sejumlah negara sebenarnya telah mendesak untuk melakukan gencatan senjata.

Perancis, Jerman, Italia, dan Uni Eropa dengan cepat mendesak gencatan senjata segera, sementara Paus Fransiskus berdoa untuk perdamaian.

Baca Juga: Saking Amburadulnya Sampai Bikin Komandan Vietnam Bingung, Perang 1979 Benar-benar Jadi Kawah Candradimuka Militer China, PLA Modern Lahir di Sini

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam pada Minggu, dan "menyerukan dengan keras untuk segera mengakhiri permusuhan".

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dia sangat prihatin dan mendesak kedua belah pihak untuk berhenti berperang dan kembali untuk berdialog.

Namun pernyataan tak terduga diungkapkan oleh presiden Turki belum lama ini.

“Rakyat Turki akan mendukung saudara-saudara Azerbaijan kami dengan segala cara kami seperti biasanya,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui pernyataannya di Twitter. (*)

 

PROMOTED CONTENT

Video Pilihan

POPULAR

TAG POPULAR