Find Us On Social Media :

Dari Temuan Rambut Manusia, Terungkap Praktik Perbudakan Mengerikan di Xinjiang, Libatkan Para Muslim Uighur, Ini Respon Amerika

By Maymunah Nasution, Minggu, 11 Oktober 2020 | 15:35 WIB

Salon kecantikan

Sosok.ID - Bisnis rambut palsu atau wig adalah sebuah industri yang kian tumbuh.

Seorang penata rambut bernama Mikayla Lowe Davis membuktikan hal ini.

Ia telah terjun di bisnis tersebut selama puluhan tahun, dan saat ini meskipun sedang pandemi, orang-orang tetap ingin mempercantik salah satu bagian tubuh tersebut.

Baca Juga: Pantas Saja Belanda Mati-Matian Tak Mau Lepaskan Indonesia Nekat Digempur Meski Telah Merdeka, Ternyata Ini Keuntungan yang Didapatkan Belanda Jika Indonesia Berhasil Dikuasainya

Melansir CNN, bisnis hair extensions sedang berkembang pesat, seperti disebutkan Profesor sejarah Tiffany Gill dari Rutgers University, yang juga menulis buku "Beauty Shop Politics."

Rambut palsu yang paling diminati adalah rambut berwarna hitam, yang pada 2018 lalu diperkirakan bernilai lebih dari 2,5 milyar Dolar AS di Amerika Serikat saja.

Komoditas itu sampai mendapat julukan 'emas hitam' di seluruh dunia', karena harganya yang terus-terusan meningkat.

Kini, ada kenyataan mengerikan di balik bisnis tersebut.

Mayoritas produk tersebut berasal dari Asia, terutama China.

Halaman Selanjutnya