Nama di Balik Peristiwa - Sosok.ID

Mantap Jadi Mualaf Usai Menatap Langit, Pendeta Ini Rela Tinggalkan Harta Benda dan Keluarga Demi Menjadi Mualaf : Walaupun Saya Miskin, Tapi Hati Saya Kaya

Kamis, 21 Mei 2020 | 08:00
Grid Networks Keseharian Masngud memberishkan makam di lingkungan ponpes Al Hasani Kebumen
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI

Keseharian Masngud memberishkan makam di lingkungan ponpes Al Hasani Kebumen

Sosok.ID - Seseorang bisa saja berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Termasuk berubah keyakinan.

Seperti yang dialami oleh pria yang satu ini.

Ibnu Masngud (55) rela meninggalkan harta dan keluarganya di Mojokerto, Jawa Timur.

Baca Juga: Jarang Muncul di Layar Kaca, Artis FTV Ini Ternyata Sudah Jadi Istri Tentara, Pemirsa Akrab dengan Wajahnya Namun Tidak Namanya

Tentu tanpa alasan ia meninggalkan hal dunia dan memilih pindah ke Kebumen.

Ia ingin fokus mendalami ilmu agama Islam setelah istri dan anak tak mau berpindah keyakinannya.

Sebagian orang rela mengorbankan iman demi mengejar dunia.

Tetapi kisah Ibnu Masngud (55), seorang mualaf dari Mojokerto Jawa Timur membuktikan, iman tak bisa dibayar dengan apapun di dunia.

Baca Juga: Sanggup Bercinta 28 Kali dalam Semalam, Nenek 60 Tahun Ini Mengaku Dilirik 60.000 Berondong yang Antri Buat Jadi Suaminya

Masngud adalah mantan pendeta di sebuah gereja ternama di Mojokerto Jawa Timur.

Gerejanya pernah dibom teroris hingga menewaskan seorang anggota Banser NU yang siaga mengamankan gereja.

Tapi ia selamat dari insiden itu karena buru-buru melarikan diri.

Tapi siapa sangka ia justru memeluk Islam kemudian.

Baca Juga: Pernikahannya Tak Diketahui Publik, Tetangga Sebut Ahmad Dhani Sempat Tak Mau Akui Mulan Jameela Sebagai Istri : Gengsi Sama Maia Kali

Ia mendapat hidayah setelah melihat bintang berbentuk lafaz Allah di langit malam.

Hingga pria bernama asli Abraham Agus Setiono itu mengimani Islam.

Ia datang sendiri ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri untuk menyatakan keimanannya.

Hingga ia bertemu dengan almarhum KH Idris Marzuki, pengasuh Ponpes Lirboyo.

Baca Juga: Terhenyak Terus Dihantui Rasa Hampa Meski Hidup Bergelimang Harta, Raffi Ahmad Ngaku Takut sang Anak Tumbuh Seperti Dirinya: Jangan Sampe Kayak Saya

Sosok kyai karismatik itu seketika membuat tubuhnya gemetar.

Air matanya deras. Sang kiai merangkulnya hangat. Di hadapannya ia berucap sahadat.

"Pas ucapkan kalimat sahadat sempat kesulitan, tapi juga bahagia,"katanya

KH Idris kemudian mengganti namanya dengan Ibnu Masngud (Mas'ud), artinya anak beruntung.

Baca Juga: Hubungannya dengan Raffi Ahmad Sempat Jadi Bahan Olok-olok Netizen, Yuni Shara Kena Protes Anak-anaknya Sampai Disuruh Pacari Pria yang Lebih Tua

Masngud memang merasa sangat beruntung. Ia bersyukur memperoleh nikmat yang tiada tara, yakni iman kepada Allah.

Karenanya, ia tak memberati dunia lagi setelah beriman.

Ia tak segan menceraikan istri tercinta yang telah puluhan tahun menemani hidupnya.

Ia pun ikhlas melepas darah dagingnya.

Baca Juga: Kepergok Bugil di Ranjang Kakek-kakek, Gadis 21 Tahun Ini Langsung Ditalak Suaminya yang Sudah Berusia 74 Tahun

Alasannya, mereka enggan mengikuti ajakannya untuk memeluk agama Islam.

Baginya iman tak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini, bahkan keluarga sekalipun.

Karenanya ia tak ragu berucap selamat tinggal kepada orang-orang tercinta.

Bukan hanya keluarga, Masngud meninggalkan segala hasil jerih payahnya.

Baca Juga: Kepincut Perawakan Berondong Mesir yang Lebih Muda dari Putranya, Nenek 80 Tahun Ngaku Tak Sanggup Berjalan Usai Lakoni Malam Pertamanya

Seluruh harta, termasuk rumah mewah dan mobil ia tinggalkan.

Ia memutuskan menutup masa lalunya total.

"Saya tinggal semua, total. Karena saya punya keyakinan, di kehidupan yang baru, semua harus baru," katanya

Suatu ketika Masngud meminta izin kepada KH Idris untuk ikut Kiai Asyhari Muhammad Al Hasani atau Gus Hari, ulama muda asal Kebumen Jawa Tengah.

Baca Juga: Tak Sanggup Maafkan Ariel Noah Setelah Skandal Video Panas, Luna Maya Sempat Ingin Bunuh Diri Demi Bungkam Hujatan Publik: Itu Rasanya Berat

Sang kiai merestui dan meminta Hari untuk membimbing mualaf itu agar imannya terus terjaga.

Masngud pergi tak membawa bekal, kecuali beberapa setel baju dari pesantren Lirboyo.

Ia tinggal di pesantren yang diasuh Gus Hari, Ponpes Al Hasani, Desa Jatimulyo Alian Kebumen.

Di usianya yang semakin senja, Masngud masih bersemangat mempelajari Islam.

Baca Juga: Seorang Diri Sanggup Buat Negaranya Kacau Balau hingga Nekat Tembak Presidennya Sendiri, Inilah Sosok Alfredo Reinaldo, Pria yang Berjuang Mati-matian untuk Lepaskan Timor Leste dari Indonesia Tapi Justru Tak Dihormati

Ia membaur dengan santri lain untuk belajar Al Quran hingga kitab kuning yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren, antara lain kitab fikih Fakhul Qorib.

Semakin dalam ia mempelajari Islam, Masngud mengaku keimanannya semakin mantab.

"Baca Al Quran sedikit-sedikit sudah bisa,"katanya

Jika dulu ia berjaya saat menjadi pendeta, kini ia hanya warga biasa.

Baca Juga: Bolak-balik Batal Jadi Jodoh Orang Hingga Kena Label Korban Patah Hati Para Pria, Luna Maya Nyatanya Pernah Main Serong Sampai Putus dengan Mantan: Rasanya Nggak Enak...

Tapi Masngud tak pernah menyesalinya. Gemerlap dunia hanya sekilas atau fana baginya.

Terpenting bagaimana ia bisa menjaga iman dan memperbanyak amal di sisa umurnya.

Karenanya, ia tak segan menjalani pekerjaan apapun asal halal.

Di luar aktivitasnya memperdalam agama Islam dan membersihkan makam, Masngud masih ulet bekerja.

Baca Juga: Rugi Bandar! Terlanjur Gelontorkan Rp 1,4 Miliar, Kakek 70 Tahun Ini Menyesal Seumur Hidup Usai Menikahi Gadis Kuliahan

Ia dipercaya menjadi tukang kebun di sekolah.

Selain itu, Masngud juga tak canggung menjadi pemulung.

Ia memungut barang rongsok di tempat sampah yang bisa ditukar dengan rupiah.

Bagaimanapun, ia harus bisa mencukupi kebutuhan dasarnya sebagai bekal untuk ibadah.

Baca Juga: Bodo Amat Harus Dimadu Berkali-kali, Aktris 70-an Ini Tetap Setia Menjadi Istri Rhoma Irama Walau Harus Dipoligami Selama 35 Tahun

Masngud memang kini tidak punya apa-apa.

Kehidupan ekonominya telah berbalik.

Tapi ia percaya, di balik kesusahannya, Allah memberikan yang terbaik baginya.

"Dulu harta mewah, semua ada, istri cantik. Sekarang secara manusia, saya miskin, tapi hati saya kaya, hidup saya nyaman sekarang,"katanya

Baca Juga: Mengejutkan, AS Akui Bakal Digulung China Jika Konfrontasi Bersenjata Meletus Antar Kedua Negara

Masngud pun merasa anugerah Allah kembali datang padanya.

Di usianya yang sudah kepala lima, ia dipertemukan dengan gadis salehah yang bisa menerima kekurangannya.

Sariasih (30), gadis yang memiliki usaha warung kini telah menemani hari-harinya yang sepi.

Keduanya telah terikat janji suci.

Baca Juga: Rusia Mulai Proses Produksi Sukhoi Su-35, untuk Indonesia?

Tak sekadar mendampingi, sang istri pun setia mengajarinya membaca Al Quran.

Masngud masih memiliki cita-cita yang belum terpenuhi.

Bukan urusan duniawi pasti.

Sebagaimana keinginan setiap umat Islam, ia pun ingin sekali pergi haji ke Baitullah untuk menyempurnakan rukun Islam.

Baca Juga: Ditinggal Meleng Sebentar Suami Malah Main Serong dengan Gadis 15 Tahun,Wanita Ini Ngamuk Sampai Bondol Rambut sang Pacar Gelap

"Insya Allah saya ingin ke Baitullah," katanya.

(Khoirul Muzaki)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Setelah Mualaf, Mantan Pendeta Ini Tinggalkan Harta & Keluarga Pindah ke Kebumen Dalami Agama Islam

Tag

Editor : Dwi Nur Mashitoh

Sumber Tribun Jateng