Sosok.ID - Viralnya video pria asal Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) bernama Robi Anjal (38) yang mengaku hidup lagi usai mati menghebohkan netizen tanah air.
Dalam video yang beredar di media sosial Facebook, jenazah Robi terlihat terbungkus kain kafan mendadak hidup lagi.
Hal itu terjadi saat Robi dibawa ke Pondok Karongan, Desa Tanggumong, Sampang, Madura, Jawa Timur.
Mengutip Kompas.com dan Surya, Selasa (30/7/2019) berikut fakta-fakta Robi Anjal yang mengaku hidup lagi sesuah mati.
1. Pura-pura Mati
Akun facebook Yuni Rusmini yang memposting kejadian ini menulis keterangan jika Robi hanya pura-pura mati.
Menurut kabar yang beredar, RA sengaja dibawa ke Pondok Karongan, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, Jumat (26/7/2019) atas dasar wasiat ia ingin dimakamkan di Pondok Pesantren di sana.
2. Kuburan sudah dipersiapkan
Kepala Desa Tanggumong, Halimi mengatakan jika liang lahat sudah dikeduk untuk memakamkan Robi.
"Iya, warga sudah selesai gali kuburan sejak sore tadi, karena mendapatkan informasi dari istrinya yang telfon ke salah satu kiai di pondok kalau mau dimakamkan disini sesuai wasiatnya, tapi ketika sampai disini malah hidup lagi dan membuat warga geger," ucap Halimi, Sabtu (27/7/2019).
3. Jalani Tirakat Spiritual
Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman melalui Kasat Reskrim AKP Subiantana, mengatakan pihaknya tengah menyelidiki secara mendalam peristiwa yang buat heboh masyarakat Sampang ini.

:quality(100)/photo/2019/07/30/1055142355.jpg)
Heboh Orang Mati Hidup Lagi di Pesantren Sampang, Berawal dari Sujud di Keraton Solo hingga Bangun Usai Digelitiki
Hasil pemeriksaan sementara polisi, Robi mati karena menjalani tirakat/ilmu spiritual.
“Dia bukan mati, pengakuan dia bahwa sedang menjalani ilmu spiritual, kalau pengakuan istri bahwa suaminya mati hidup lagi, tapi kita untuk membuktikan itu butuh waktu,” katanya.
4. Masyarakat kecewa
AKP Subiantana mengungkapkan gara-gara adanya peristiwa ini membuat masyarakat Sampang kecewa Robi tak jadi mati.
Karena mereka sudah menggelar tahlilan dan capek-capek menggali kubur untuk memakamkan Robi.
"Yang bikin masyarakat kecewa karena sudah dilakukan penggalian kubur dan menggelar tahlilan, orang kan jadi kaget," tuturnya.
"Kita belum tahu apa hubungannya dengan pihak pondok pesantren, tapi kalau tidak kenal gak mungkin di tahlilkan dan digali kuburan," imbuhnya.(*)